Selasa, 14 Juni 2011

Osterioporosis

Tahukah Anda bahwa: 1 dari 3 wanita pos menopause dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50 tahun, terkena osteoporosis; 1 dari 5 orang berusia di atas 60 tahun di Indonesia menderita osteoporosis.

Apakah Osteoporosis Itu ?
Menurut WHO, Badan Kesehatan Dunia, osteoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang dan meluasnya kerapuhan tulang .

Lalu Apa Dampak Osteoporosis Itu?
Kekuatan tulang akan menurun dan risiko patah tulang meningkat.

Apa yang Menjadi Penyebab Terjadinya Osteoporosis?
-          Massa tulang puncak yang memadai tidak tercapai
-          Ketidakseimbangan pada proses remodeling tulang: resorpsi/penyerapan tulang lebih besar dari pembentukan - pembongkaran tulang meningkat - perubahan massa, struktur dan kekuatan tulang - osteoporosis

Jantung Anda

Sampai Kapan Dia Akan Terus Berdetak?
Tiap menit jantung kita berdetak 60-100 kali untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bayangkan betapa berat kerjanya! Lakukan pemeriksaan Apo B dan hs-CRP untuk mengetahui kondisi jantung kita, sebagai ungkapan terima kasih atas kerja kerasnya.
Aterosklerosis Penyebab Utama Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Hingga saat ini, Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian yang tinggi di dunia, termasuk Indonesia. Siapa saja dan kapan saja bisa terserang olehnya. Penyebab utama PJK adalah penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak yang kita sebut sebagai aterosklerosis.

Proses aterosklerosis terjadi dalam waktu lama dan seringkali tanpa disadari. Banyak faktor yang berperan dalam hal ini, antara lain kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol ‘jahat’ LDL, trigliserida, dan penurunan kolesterol ‘baik’ HDL. Kondisi ini dikenal dengan dislipidemia.

Kendali Gula Darah, Hindari Penyakit Jantung Koroner

Konsentrasi gula darah yang terkontrol akan menurunkan risiko gangguan metabolisme lemak dan kerusakan pembuluh darah yang kronis sebagai faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK).
Pada tahun 2006 jumlah penderita diabetes melitus, atau sering dikenal dengan istilah kencing manis, diperkirakan di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta individu. Dari 14 juta ini baru 50% yang sadar mengidapnya, dan hanya 30% dari yang sadar ini mendapatkan pengobatan. Padahal, diabetes yang tidak ditangani suatu saat akan menimbulkan  komplikasi di berbagai organ, seperti jantung, ginjal, mata, dan lain-lain.

Mengapa Diabetisi Harus Waspada Terhadap Penyakit Jantung Koroner?

Thalasemia


Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang tak dapat disembuhkan. Dengan skrining thalassemia, dapat menyelamatkan buah hati Anda dari thalassemia, penyakit warisan yang tak diharapkan. Thalassemia ditemukan di seluruh penjuru dunia. Frekuensi pembawa sifat thalassemia di Indonesia berkisar antara 6-10%, artinya dari setiap 100 orang terdapat 6 sampai 10 orang pembawa sifat thalassemia.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan/diwariskan, ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek (< 120 hari), sehingga penderita mengalami anemia.

Template by:

Free Blog Templates